Cara dan Syarat membuat akte kelahiran anak

Di indonesia, setiap orang wajib mempunyai identitas kartu identitas diri tidak terkecuali akte lahir.

Akte lahir adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) sebagai bukti kelahiran yang di nyatakan sah secara hukum negara indonesia.

Buat mom’s yang baru saja melahirkan, tentunya ingin dong sang anak segera mampunyai akte kelahiran dan terdaftar dalam kartu keluarga? Jika ya, simak ulasan cara dan syarat membuat akte kelahiran anak dibawah ini ya.

Syarat – Syarat buat Akte Kelahiran

  1. Surat Keterangan Lahir (SKL) dari bidan atau rumah sakit
  2. Fotocopy KTP Orang Tua
  3. Fotocopy KTP 2 Orang Saksi
  4. Fotocopy Akta Pernikahan Orang Tua
  5. Fotocopy Kartu Keluarga
  6. Formulir Permohonan Pembuatan Akte Lahir
  7. 1 buah Materai 6000
Surat Keterangan Lahir
Surat Keterangan Lahir

Cara membuat akte lahir anak, saat ini sudah sangat dipermudah. mom’s dapat mengisi biodata orang tua, saksi dan anak secara online dan mengambir nomor antrian yang berguna untuk menyesuaikan jadwal yang di inginkan.

Setelah mendaftar pada website disdukcapil sesuai dengan daerah tempat tinggal, silahkan datang sesuai dengan jadwal yang telah mom’s pilih dengan membawa semua dokumen dan print out nomor antrian online.

Biaya pembuatan Akte Kelahiran Anak

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwasanya membuat akte kelahiran anak tidak dikenakan biaya sepeserpun alias Gratis.

Bikin Akte Lahir berapa lama ?

Setelah mom’s menyerankan semua syarat atau dokumen yang dibutuhkan, petugas loket akan memberikan sebuah tanda terima yang berguna untuk mengambil akte lahir yang sudah jadi.

Petugas loket biasanya memberikan keterangan bahwa akte lahir akan jadi minimal 7 hari kerja.

Itulah cara, syarat dan biaya dalam mengurus akte lahir anak terbaru.

Catatan :

  • Mengurus Akte Lahir saat ini sudah bisa di lakukan di kelurahan sesuai dengan domisi KTP.
  • Harap berpakaian rapih dan sopan pada saat pengurusan dokumen.

Baca Juga : Donor ASI, Amankah untuk si kecil ?